PRAKIRAAN CUACA

eqmap

27 April 2021

Riza: Bangun Payakumbuh, Mari Bekerja, Kurangi Bicara Omong Kosong



Payakumbuh, Gemamedianet.com--- Wali Kota Riza Falepi dikenal selama ini adalah seorang tipe pekerja keras. Buah kerja kerasnya itu dengan sudah sama-sama dirasakan oleh masyarakat bagaimana ‘makan tangannya’. Malah sebagian masyarakat meragukan apakah kerja pelanjut beliau nanti bisa lebih baik dari yang sekarang atau sekurangnya sama dengan yang sekarang.


Walaupun masa jabatannya akan berakhir tahun depan, namun di saat-saat akhir masa jabatannya, Riza masih sering turun ke lapangan, salah satunya turun ke petani dalam rangka mensosialisasikan pupuk pengganti urea yang susah dicari di pasaran, di Padang Tangah Payobadar, Selasa (27/4)


Kalaupun ada pupuk subsidi, itu tidak cukup, bahkan sering hilang nggak tentu ujung rimbanya. Lama bekerja mencari alternatif pupuk pengganti ke luar daerah, akhirnya Riza menemukan sejenis pupuk cair yang bisa meningkatkan produksi menjadi 8-12 ton/ha, dibandingkan dengan pupuk subsidi yang selama ini hanya 5-6 ton/ha. 


Bahkan umur padipun bisa lebih pendek sehingga mampu berproduksi 3-4 kali dalam satu tahun. Kerja dari sisi yang begini jarang terekspos, kecuali petani yang berhubungan dengan Riza lah yang lebih tahu apa yang sedang diurusnya selain timnya di dinas pertanian.


Ketika ditanya lebih jauh oleh media mengapa kerja seperti ini tak banyak terekspose, Riza menjawab simpel.


"Kurangilah bicara, banyak bekerja, bangun kegiatan yang produktif untuk kemakmuran dan kesejahteraan kita bersama," ujar Riza, Rabu (28/4).


Pada kesempatan lain ketika polemik eks kantor bupati sedang menghangat, Riza juga sempat meminta masyarakat untuk mengabaikan polemik tersebut dan bangunlah Payakumbuh dengan cara-cara berbeda, karena selama ini pembangunan yang ada sangat tergantung pemda dan itu sangat lama akibat anggaran yang minim. 


Riza menyampaikan di daerah-daerah yang lebih maju atau negara yang lebih maju, peran membangun lebih besar ada pada pihak swasta dan BUMN. Mereka bahkan memiliki porsi kontribusi membangun sekitar 80 persen dari total dana pembangunan tiap tahun, sementara pemerintah hanya sekitar 20 persen. 


"Bisa dibayangkan pihak swasta dan masyarakatnya sangat produktif. Mengapa demikian? Karena mereka sangat inovatif sehingga mampu melahirkan produk produk berbilai tambah tinggi. Artinya setiap barang atau jasa yang dihasilkan memiliki keuntungan yang besar akibat inovasi produk yang bisa diciptakannya dan hal itu rata-rata berorientasi pemasaran ke luar daerah kita atau bahkan ekspor karena memang di luar sana yang banyak pasarnya. Tinggal kita berpikir demikian dan itu nggak cukup banyak cuap-cuap tapi minim kerja," papar Riza.


Diakui Riza, hal ini lama menjadi pemikirannya. Dia memimpikan Payakumbuh yang maju, didatangi banyak orang untuk berbisnis dan berproduksi, penuh inovasi dan sumber inspirasi bagi daerah lain. Bagi Riza apa yang diraih Payakumbuh selama ini walaupun cukup baik, tapi belum memuaskan Riza sama sekali. 


"Selama kita belum mendefinisikan dan membangun basis pertumbuhan kita, maka hal itu akan rentan kita terperangkap dengan middle income trap atau kata lainnya cuman begini-begini saja dan akhirnya Payakumbuh tidak tumbuh ekonominya alias angka pertumbuhan ekonominya mandeg," tukuknya 


Maka, kata Riza, perlu dipikirkan sumber-sumber keunggulan (competitive advantage) Payakumbuh yang akan menjadi cash cow atau sumber pertumbuhan tinggi kota sehingga dengan gamblang nampak kesejahteraan itu di Payakumbuh, dan itu digarapkan sustainable atau berkelanjutan. Untuk itu dibutuhkan kerja keras, daya inovasi dan kerja cerdas dari warga Payakumbuh agar kita bisa maju. 


"Dengan alasan itulah saya menghimbau kita semua untuk lebih banyak bekerja, berpikir, dan berinovasi. Kurangi omong kosong maupun polemik yang tidak berkesudahan. Semua memiliki kontribusi untuk itu, dan ini bukan hanya porsi pemda saja melainkan porsi kita semua untuk turut andil bagi kemajuan Payakumbuh," himbaunya.


Terakhir wali kota dua periode ini sambil berseloroh berpesan jangan sampai hadir atau tidak hadirnya kita di masyarakat tidak dirasakan orang lain, alangkah menyedihkan tipe warga yang demikian. 


"Berikanlah kontribusi terbaik anda untuk Payakumbuh," ajak Riza. (CAN) 

26 April 2021

Gubernur Sumbar Lantik Dua Pasang Kepala Daerah Kabupaten Solok dan Solok Selatan



PADANG (GemaMedianet.com— Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi hari ini melantik Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Solok Epiyardi Asda dan Jon Pandu. Kemudian Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Solok Selatan Khairunas dan Yulian Efi di Auditorium Gubernuran, Padang, Senin (26/4/2021). 

Ini Penekanan Kapolda Sumbar Bagi Anggota Penandatangan Perjanjian Tidak Menggunakan Narkoba


PADANG (GemaMedianet.com Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH kembali memberikan penekanan kepada 266 anggotanya yang pernah bermasalah dengan narkoba.

266 Polisi Pernah Bermasalah Narkoba Tandatangani Perjanjian Dihadapan Kapolda Sumbar dan Keluarganya


PADANG (GemaMedianet.com Sebanyak 266 anggota Polri di Polda Sumbar dan jajarannya di Polres yang pernah bermasalah dengan narkoba, tadi pagi melakukan penandatangan perjanjian untuk tidak menggunakan narkoba kembali. Pelaksanaannya tersebut dilakukan secara langsung di Polda dan melalui video conference bagi yang di Polres. 

Kapolri Lauching SP2HP Online, Hapus Sumbatan Komunikasi dan Informasi



JAKARTA (GemaMedianet.com Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo  melaunching SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) dan e-PPNS berbasis online di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/4/2021).

Dinilai Berhasil Tekan Kasus Penyebaran Covid-19, Trantib Pasar Kembali Terapkan PPKM Mikro

 


Payakumbuh, Gemamedianet.com- Untuk mengantisipasi dan mengendalikan wabah Covid-19, Dinas Koperasi dan UKM melalui Bidang Pasar kembali melakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro khususnya di kawasan pasar Ibuh, pusat pertokoan serta tempat-tempat keramaian yang berada di kawasan pasar.


Dijelaskan Kepala Dinas Koperasi dan UKM H. Dahler didampingi Kabid Pasar Arnel dan Kasi Trantib Afrizal kepada wartawan, Senin (26/4) di lapangan, pihaknya kembali melakukan kebijakan pemerintah, yaitu Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di bulan ramadhan 1442 H, dimulai pukul 06.30 WIB dengan penjagaan ketat dan menghimbau wajib masker di gerbang pasar ber-SNI tradisional Ibuh sampai jam 10 dan lanjut penjagaan ke pusat pertokoan pasar Kota Payakumbuh sampai jam 18.00 jelang waktu berbuka.


“Hal ini kita lakukan untuk mengantisipasi dan mengendalikan wabah Covid-19 yang dinilai sudah mulai meningkat di tengah-tengah masyarakat. Seperti tahun sebelumnya, penerapan PPKM di kawasan pasar juga dinilai berhasil menekan kasus penyebaran Covid-19,” ungkap Dahler.


Ditambahkan Kabid Pasar, Arnel, PPKM salah satu upaya untuk menekan laju persebaran Covid-19 di kawasan pasar, pihaknya juga menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan lewat radio land pasar Ibuh dan pengeras suara, dengan sasaran para pedagang serta pengunjung di pasar. Pun tetap kami lakukan pemantaun untuk antisipasi penyebaran Covid-19 dengan menempatkan tenaga operasional/Satgas Covid-19 bidang pasar di tiap-tiap gang masuk pertokoan pasar Payakumbuh.


“Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk mendisiplinkan masyarakat serta mengingatkan betapa pentingnya penerapan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19. Mengingat pasar termasuk wilayah yang rawan terhadap penularan covid-19 apalagi sekarang bulan Ramadhan, tentu kita memprediksi masyarakat akan membludak untuk memenuhi kebutuhan pokoknya di pasar,” ujar Arnel.


Diterangkan Arnel, sejauh ini pihaknya terus melakukan pembatasan jarak antar pedagang, melakukan himbauan wajib masker kepada pengunjung dan pedagang pasar. Lebih lanjut, di masa penerapan PPKM Mikro ini, pihaknya akan lebih sering berlakukan operasi. Menurutnya, saat situasi ramadhan menuju hari raya Idul Fitri ini para pedagang PKL dan pengunjung akan semakin menjamur, untuk itu dari sekarang akan terus diawasi sebelum membludak.


Selain itu, pihaknya juga terus melakukan penyemprotan rutin khususnya di Pasar Payakumbuh. “Sengaja dilakukan malam hari, agar aktivitas jual-beli masyarakat pasar tidak terganggu siang hari. Sterilisasi itu dilakukan agar pedagang pasar dapat bertransaksi dengan aman,” ujarnya.


Lebih lanjut, Arnel berharap dengan gencarnya kegiatan pemantauan di lapangan oleh petugas Trantib Pasar, dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk selalu patuh dalam menerapkan protokol kesehatan serta patuh pada masa pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). 


“Kita ingin suasana di lingkungan Kota Payakumbuh, khususnya pasar pusat pertokoan maupun pasar tradisional Ibuh tertib, aman dan bersih. Sehingga akses jual beli masyarakat bisa lancar. Saat ini petugas trantib dan petugas covid-19 sudah berjalan sesuai dengan tupoksinya yang menata, menertibkan dan mengamankan pasar Kota Payakumbuh. Selain itu pasar ini juga sebagai kunjungan daerah lain sewaktu melakukan kunjungan kerja ke kota Payakumbuh, untuk itu kita terus melakukan pengawasan pasar dan bebas dari Covid-19,” pungkasnya. (CAN) 

BPBD Kota Payakumbuh Laksanakan Apel Latihan Evakuasi Siaga Bencana




 Payakumbuh, Gemamedianet.com- Pada peringatan hari kesiapsiagaan bencana tahun 2021 yang jatuh pada tanggal 26 April Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh melaksanakan apel dan latihan evakuasi bencana di kawasan Batang Agam, Senin (26/04).


Pada peringatan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh Rida Ananda sebagai pemimpin apel, Asisten I Yufnani Away, Asisten III Amriul Dt. Karayiang Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Denitral beserta jajaran.


Dalam amanat kepala BNPB Doni Monardo melalui Sekda Rida Ananda, mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Kepala Daerah dan jajarannya, atas kesungguhan dalam mendukung hari kesiapsiagaan bencana.


"Terima kasih kepada seluruh Kepala Daerah yang telah aktif mengajak masyarakat meningkatkan kapasitas menghadapi bencana," katanya.


Kepala BNPB mengingatkan untuk menyelamatkan rakyatnya dari bencana itu, seorang pemimpin itu ada kalanya harus cerewet dan tegas kepada masyarakat.


"Sebagai contoh, Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara memerintahkan seluruh warga yang berada diwilayah rawan agar segera dievakuasi, namun ada satu warga yang membandel, sampai dia tidak ditolong hingga beberapa waktu, dan itu merupakan hukuman dan sebagai contoh bagi masyarakat agar patuh kepada pemimpinnya," ungkapnya.


Kemudian Sekda Rida Ananda berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Payakumbuh, mengajak untuk meningkatkan kesiap siagaan bencana. Kenali ancaman bencana disekitar, ketahui tempat-tempat evakuasi, dan tetap terapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.


"Semoaga apa yang kita lakukan hari ini diridhoi Allah SWT, dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara. Sekaligus membangun semangat kita untuk terus berjuang demi kemanusiaan," ucap Sekda.


Sementara itu Plt. Kalaksa BPBD Kota Payakumbuh Denitral mengatakan untuk latihan evakuasi bencana hari ini diharapkan bisa menambah wawasan petugas BPBD dan masyarakat Kota Payakumbuh dalam menghadapi bencana.


"Harapannya, kalau terjadi sesuatu masyarakat sudah paham, harus mengungsi, atau evakuasi kemana, dan petugas juga paham apa yang harus dilakukan untuk mengurangi resiko korban jiwa," pungkasnya. (CAN) 

SOLOK SELATAN

Iklan

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

Iklan

iklan

Blog Archive