✅ Target Tuntas Oktober 2026 : Pekerjaan Struktur Beton Diperketat Hadapi Risiko Korosi Tingkat Kelembapan Tinggi
PAINAN, (GemaMedianet.com) | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat terus memacu keandalan infrastruktur di koridor strategis. Salah satu fokus penanganan yang tengah berjalan yakni proyek Preservasi Jembatan Padang-Painan-Kambang di Kabupaten Pesisir Selatan dengan nilai investasi APBN mencapai Rp6.259.947.000.
Pekerjaan yang dimulai sejak 26 Februari 2026 tersebut dirancang berlangsung selama 240 hari kalender dengan target perampungan total pada 23 Oktober 2026.
Pelaksanaan fisik dipercayakan kepada CV Rokade Cooperation, dengan pengawasan teknis ketat dari konsultan PT Dwikarsa Envacotama KSO, PT Cipta Strada KSO, dan PT Laras Sembada.
Aktivitas Pengecoran dan Tantangan Lingkungan Pesisir
Pantauan langsung di lapangan pada Jumat (24/7) memperlihatkan dinamika pengerjaan yang intensif. Truk ready mix secara bergantian memasok material beton berkualifikasi khusus, sementara para pekerja melengkapi diri dengan Alat Pelindung Diri (APD) standar saat mengeksekusi pengecoran struktur jembatan.
Kawasan perlintasan Padang-Painan-Kambang memiliki karakteristik lingkungan pantai dengan tingkat kelembapan serta kadar garam tinggi. Kondisi atmosferik ini menuntut spesifikasi material yang tahan terhadap ancaman korosi.
"Proyek preservasi ini bukan sekadar pemeliharaan rutin. Penanganan struktur jembatan di jalur perlintasan logistik ini membutuhkan pengawasan mutu material yang konsisten, agar umur layanan bangunan dapat bertahan dalam jangka panjang," tulis laporan pemantauan lapangan di Pesisir Selatan.
Transparansi Anggaran dan Akuntabilitas Publik
Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Sumatera Barat bersama tim konsultan pengawas berkomitmen menjaga mutu konstruksi secara menyeluruh, mulai dari pengujian kuat tekan beton hingga proses pemeliharaan pasca-pengecoran.
Keterbukaan informasi publik yang diwujudkan melalui pemasangan papan nama proyek di lokasi perlintasan mendapat apresiasi dari warga.
Langkah transparansi ini membuka ruang pengawasan sosial agar pengalokasian dana APBN senilai Rp6,2 miliar benar-benar menghasilkan infrastruktur yang kokoh, aman, serta memperlancar arus barang dan jasa di sepanjang pesisir Sumatera Barat. (dbs/gmn)
#Editor: Marzuki RH













