PADANG, (GemaMedianet.com) l Pelaksanaan proyek pembangunan pagar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Kota Padang, memantik sorotan publik. Pekerjaan fasilitas umum milik pemerintah daerah tersebut diduga kuat dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Indikasi penyimpangan tersebut terlihat dari penggunaan kembali material batu bekas bongkaran pondasi lama untuk konstruksi pagar baru. Selain itu, pengerjaan struktur pondasi baru disinyalir hanya menimpa struktur lama yang kondisinya sudah lapuk tanpa adanya proses pembongkaran serta pembersihan secara menyeluruh.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi proyek pada Sabtu (8/8/2026), terlihat tumpukan material batu bekas bongkaran menumpuk di area pengerjaan. Pada beberapa titik, pasangan batu baru tampak disambung secara langsung pada struktur pondasi lama yang rapuh.
Kondisi pengerjaan yang disinyalir menyalahi standar mutu konstruksi ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait ketahanan dan keselamatan pagar TPU ditiap kerap dilintasi oleh para peziarah.
“Seharusnya material yang digunakan merupakan batu baru sesuai dengan spesifikasi dokumen RAB. Jika batu bekas pondasi lama tetap dipakai, bangunan pagar tidak akan bertahan lama. Apalagi pondasi lamanya yang sudah lapuk langsung ditimpa begitu saja tanpa dibongkar total,” ungkap salah seorang warga lokal yang enggan disebutkan namanya.
Pihak Pelaksana Terkesan Menghindar dari Kejaran Konfirmasi
Salah seorang pria paruh baya yang berada di lokasi dan memiliki keterkaitan dengan proyek tersebut tidak menampik penggunaan batu bekas serta pemanfaatan pondasi lama. Ia berkali-kali menyebut bahwa langkah itu hanya dilakukan pada beberapa titik yang dianggap masih kuat.
Namun, ketika wartawan berupaya meminta penjelasan resmi dari koordinator lapangan proyek bernama Rido, yang bersangkutan justru menunjukkan sikap tidak kooperatif. Rido terkesan menghindari awak media dengan pura-pura menerima panggilan telepon lalu menghilang di area gudang material proyek.
Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, hingga dinas teknis terkait selaku pemilik kegiatan guna mendapatkan klarifikasi mengenai dokumen spesifikasi material dan metode pelaksanaan di lapangan.
Masyarakat mendesak instansi berwenang segera turun ke lapangan guna melakukan pengawasan ketat serta evaluasi total atas penggunaan dana negara tersebut demi menjamin keselamatan publik. (tim/mrh/gmn)













